

KIDUNG KEESAAN 168. DI MALAM SUNYI BERGEMA
do = bes 6/8 MM + 48
Bait 1
Di malam sunyi bergema nyanyian mulia.
Malaikat turun mendekat dengan beritanya,
“Sejaht’ra bagi dunia, t’lah datang Penebus.”
Heninglah bumi mendengar nyanyian yang kudus.
Bait 2
Tetap malaikat menembus angkasa yang gelap,
membawa kidung damai-Nya di bumi yang penat;
sayapnya dikembangkannya di atas yang sendu;
di kancah dosa terdengar nyanyian yang kudus.
Bait 3
Tetapi dosa pun tetap melanda dunia,
Menyangkal kidung Kabar Baik sekian lamanya.
Hai insan, buka hatimu, mengapa rusuh t’rus?
Diamkan gaduh dan dengar nyanyian yang kudus.
Bait 4
Hai, kamu yang menanggung b’rat, yang hidup tertekan,
Mendaki, susah jalanmu, langkahmu pun pelan,
hai lihat, hari jadi t’rang, bebanmu ditebus.
Tabahkan hati dan dengar nyanyian yang kudus.
Bait 5
T’lah hampir penggenapannya nubuat kaum nabi:
‘Kan datang zaman mulia, indahnya tak terp’ri.
Seluruh dunia ‘kan penuh sejaht’ra Penebus
serta mengulang menggema nyanyian yang kudus.
Syair: It Came upon a Midnight Clear, Edmund Hamilton Sears, 1849, terj. Yamuger, 1978
Lagu: Richard Storrs Willis, 1850