Yayasan Musik Gereja Indonesia

Yamuger Indonesia

Indonesian Institute For Sacred Music

       LIRIK LAGU KIDUNG KEESAAN

KIDUNG KEESAAN 304. YANG T’LAH MENANG


 

do = d 3/4  MM + 92

 

Bait 1

Yang t’lah menang disambut di Firdaus

dan makan buah pohon Alhayat,

tak lagi ingat duka atau maut:

Kristus yang hidup Tuhannya tetap.

Ia alami nikmat surgawi

dan merasai kasih kekal,

dan merasai kasih kekal.

 

Bait 2

Yang t’lah menang kelak mendapat juga 

roti surgawi, jadi pangannya; 

kesaksiannya tak pernah terlupa 

dan nama baru diterimanya,

yang diukirkan diatas intan

tanda jaminan Sang Penebus,

tanda jaminan Sang Penebus.


Bait 3

Yang t’lah menang tak akan mengalami

maut kedua di gelap ngeri,

tapi melihat Bapa Mahakasih,

ikut ber-Haleluya tak henti.

Habis bertahan di perjuangan

ia bawakan kurban syukur,

ia bawakan kurban syukur.

 

Bait 4

Yang t’lah menang namanya ‘kan tertulis

di kitab kehidupan yang baka:

Ia pun tampil dalam jubah putih,

mengaku: “‘Kau Tuhanku s’lamanya!”

Dan dari Dia ia terima 

tajuk mulia s’lamat kudus,

tajuk mulia s’lamat kudus.

 

Bait 5

Yang t’lah menang menjadi sokoguru

di rumah Allah s’lama-lamanya.

Padanya dituliskan nama baru,

nama Yerusalem dan Allahnya:

nama surgawi yang ia raih,

tanda abadi di dahinya,

tanda abadi di dahinya.

 

Bait 6

Yang t’lah menang dib’ri tempat di surga,

takhta yang pantas jadi miliknya,

habis berjuang di gelanggang dunia,

disisi Allah ia jayalah!

Yang t’lah berjaga dalam percaya

dib’ri sejahtera habis perang,

dib’ri sejahtera habis perang.

 

Bait 7

Ya Yesus, tolong! B’rilah kemenangan!

Lihat betapa banyak musuhku:

Iblis dan dosaku terus mengancam,

aku perlu pertolongan-Mu!

Nanti, ya Tuhan, di dalam surga

aku serukan puji syukur,

aku serukan puji syukur!

 

Syair : Wer urbenwindet, soll vom Holz geniessen, Philipp Balthasar Sinold, 1704,

terj.Yamuger,1984, berdasarkan Wahyu 2 dan 3

Lagu : Wilhelm Amandus Auberlen, 1863