Yayasan Musik Gereja Indonesia

Yamuger Indonesia

Indonesian Institute For Sacred Music

       LIRIK LAGU KIDUNG KEESAAN

KIDUNG KEESAAN 430b. TAKKAH PATUT ‘KU BERNYANYI 


 

la = c  4/4  MM + 96


 

Bait 1

Takkah patut ‘ku bernyanyi syukur bagi Tuhanku,

kar’na rahmat tak berbanding yang melimpah selalu

Memang sungguh dan setia, tak terhingga kasih-Nya

dan kekal bimbingan-Nya bagi yang mengabdi Dia.

Biar dunia lenyap, kasih Allah ‘kan tetap!

 

Bait 2

Bagai burung rajawali melindungi anaknya,

Tuhan pun berkali-kali t’lah menolong hamba-Nya.

Semenjak di kandung ibu, waktu aku dibentuk,

dan sepanjang umurku di tangan-Nya aku hidup.

Biar dunia lenyap, kasih Allah ‘kan tetap!

 

Bait 3

Bahkan Putra-Nya sendiri rela diserahkan-Nya ;

ditebus-Nya aku ini oleh kuasa darah-Nya.

Sungguh aku takkan mampu, wahai Sumber karunia,

dengan rohku yang lemah mengerti kedalaman-Mu.

Biar dunia lenyap, kasih Allah ‘kan tetap!

 

Bait 4

Dalam dunia ‘ku dikawal oleh Roh dan Firman-Nya

yang menuntun dari awal aku dalam t’rang baka,

hingga hatiku percaya makin kuat dan teguh,

bahwa kuasa seteru, maut dan Iblis, tak berdaya.

Biar dunia lenyap, kasih Allah ‘kan tetap!

 

Bait 5

Langit, bumi, segalanya diciptakan bagiku;

kutemukan semuanya menyenangkan hatiku.

Hewan, unggas dan tumbuhan, darat, laut, udara pun

jadi rahmat bagiku yang kudapat dari Tuhan.

Biar dunia lenyap, kasih Allah ‘kan tetap!

 

Bait 6

Kar’na tak berkesudahan, Bapa, kasih sayang-Mu,

maka ‘ku bertadah tangan bagai anak pada-Mu:

b’ri hidupku diiringi oleh kuasa Roh Kudus

siang-malam dan terus agar Dikau kukasihi

sampai umurku genap dan kupuji ‘Kau tetap!

 

Syair: Sollt ich meinem Gott nicht singen, Paul Gerhardt (1607-1676), terj. Yamuger, 1980

Lagu: Johann Schop, 1641 (disederhanakan)