Yayasan Musik Gereja Indonesia

Yamuger Indonesia

Indonesian Institute For Sacred Music

       LIRIK LAGU KIDUNG KEESAAN

KIDUNG KEESAAN 59. TUHAN ALLAH HADIR

 

do = g  2/4, 3/4  MM + 60

 

Bait 1

Tuhan Allah hadir pada saat ini.

Hai sembah sujud di sini.

Diam dengan hormat, tubuh serta jiwa,

tunduklah menghadap Dia.

Marilah, umat-Nya,

hatimu serahkan dalam kerendahan.


Bait 2

Tuhan Allah hadir, Yang dimuliakan
dalam surga siang-malam.
“Suci, suci, suci” untuk selamanya
Ya Allah, t’rimalah
pujian jemaat beserta malaikat.

 

Bait 3

Kami menanggalkan hasrat sia-sia,
keinginan manusia;
jiwa-raga kami, hidup seluruhnya,
Tuhan, Kaulah yang empunya.
Dikaulah, Yang Esa,
patut dimuliakan oleh s’luruh alam.

 

Bait 4

Raja yang mulia, biarlah hamba-Mu
mengagungkan-Mu selalu,
hingga aku ini sungguh beribadat
sama seperti malaikat,
dan benar mendengar
firman-Mu, ya Tuhan, agar kulakukan!

 

Bait 5

‘Kau bagai udara sumber kehidupan
dan tempat gerak semua.
Laut tak terhingga, buatlah diriku
layak menyelami Dikau:
‘Kau penuh dalamku,
aku di dalam-Mu: ‘Kau kerinduanku!

 

Bait 6

Surya Mahasuci, biarlah cah’ya-Mu
hangat menyentuh wajahku.
Bagai kuntum bunga, bila disinari,
memekar ke matahari,
'ku telah berserah:
biar ‘Kau berkarya dalam segalanya.

 

Bait 7

Jadikanlah aku hamba bersahaja
dalam damai dan sejaht’ra.
Sucikanlah aku, agar ‘Kau kupandang
dalam roh dan kebenaran. 
Arahku pada-Mu:
wajah-Mu kucari kini dan abadi.

 

 

Syair: Gott ist gegenwärtig, Gerhard Tersteegen, 1729, terj. Yamuger, 1983 (revisi, 2016)
Lagu: Bremen/Joachim Neander-Neumann, 1680