Yayasan Musik Gereja Indonesia

Yamuger Indonesia

Indonesian Institute For Sacred Music

       LIRIK LAGU KIDUNG KEESAAN

KIDUNG KEESAAN 692. SIANG, MALAM, MUSIM, TAHUN


 

do = g  4/4  MM + 88


 

Bait 1

Siang, malam, musim, tahun,gilir ganti melenyap;

bayang-banyangnya berlalu tiada satu yang tetap.

Hidup kita menjalani jangka waktu dunia;

tak terulang yang terjadi, tinggal tanggung jawabnya.

 

Bait 2

Orang hidup ditinggalkan oleh pendahulunya;

kita pun menuju makam bagai makhluk yang fana.

Dari bumi kita lahir dan kembali pada-Nya;

tanpa rahmat yang Ilahi, apakah manusia?

 

Bait 3

Sungguh, Allah mengasihi dunia ciptan-Nya:

dalam Putra-Nya sendiri Ia tinggal beserta.

Yang percaya kepada-Nya, tak binasa tenggelam,

tapi hidup selama-Nya dalam Dia yang menang. 

 

Bait 4

Walau zaman menghanyutkan tiap hal di dunia,

pengasihan-Mu, ya Tuhan, untuk s’lama-lamanya!

Di segala perubahan, dalam duka apapun,

dalam Kristus aku aman: ‘Kau menjadi Bapaku!

 

Bait 5

Bapa, Sumber pengasihan, Bapa dalam t’rang dan g’lap.

Bapa dalam kematian, pun di kubur yang senyap,

setia-Mu tak berubah, kasih-Mu tetap teguh:

Bapa kepada-Mu jua kuserahkan diriku.

 

Bait 7

Siang, malam, musim, tahun, biar kamu melenyap;

dalam suka dan dukaku rahmat Allahku tetap!

Tangan-Nya menuntun daku lewat zaman dunia 

dan akhirnya ‘ku selalu tinggal dalam rumah-Nya.

 

Syair: Uren, dagen, maanden, jaren, Rhijnvis Feith (1753-1824), terj. H. A. Pandopo, 1975/J.M. Malessy, 1983

Lagu: Jerman (Herrnhut), 1700